Rabu, Februari 25, 2009
Dhuha Coffee (bag.2)
"Masya Allah, kadang saya shalat hajat dan taubat sampe 5-7x sehari. Menjadi pengiringin shalat-shalat fardhu + pengiring dhuha & tahajjud. Artinya, di setiap penyelenggaraan shalat fardhu berikut qabliyah ba'diyahnya, saya susul lagi dg shalat taubat dan hajat. Juga tatkala shalat dhuha dan tahajjud, saya pun berusaha mengiringin taubat dan hajat. Supaya apa? Supaya jadi riyadhah buat penyakit.
Maksudnya? Ya, supaya saya, anak keturunan saya, istri saya, orang-orang tua saya, saudara-saudara saya, jamaah saya, dan segenap kaum muslimin betul-betul bisa terhindar dari penyakit-penyakit berat; gagal jantung, stroke, ginjal, hipertensi, kanker, tumor, aids, kolera, demam berdarah, usu buntu, penyakit seputar pencernaan, otak, panca indera, dll. Sungguh, banyak kasus penyakit yang datang ke saya, dan saya menganjurkan mendekatkan diri kepada Allah. Maka daripada kami-kami juga kemudian ngencengin ibadah setelah kena, maka lebih baik dari sekarang ketika sehat.
Termasuk sedekah untuk penyakit. Kami-kami, khususnya saya, afwan, mengencangkan sedekah dari ketika sehat ini, masya Allah supaya sehat dan disehatkan lahir batin oleh Allah, dan dipanjangkan umur bukan saja dalam keadaan taat, tapi juga dalam keadaan sehat wal afiat. Jazaakallaah atas smsnya. Mudah-mudahan menjadi pengingat saya terus untuk lebih mendawamkan lagi segala riyadhah sebagai bentuk proteksi terhadap penyakit. Masya Allah, subhaanallaah, walhamdulillah.
mudah2an qt bisa mengikuti jejak riyadhoh beliau. Amien......
www.wisatahati.com
Dhuha Coffee (bag.1)
Setiap hari kita hutang dua rakaat Dhuha sama Allah. Hutang sebab kita makai badan & karunia-karunia pemberian Allah. Kalaulah bayarnya pakai uang, niscaya tidak akan ada yang bisa bayar.
Itulah sebab Allah meminta kita shalat dua rakaat sebagai "bayaran" atas segala karunia-Nya kepada kita, dan tiadalah tercatat kita berhutang pada-Nya.
Itulah sebab juga mengapa ada karyawan yang hilang tabungan setelah ia bekerja setahun penuh. Atau sebab mengapa seorang pengusaha hilang penghasilannya selama satu tahun penuh.
Barangkali salah satu sebabnya adalah sholat Dhuha tiada kunjung ia lakukan. "Perhitungan hutang", tetap berlaku dan dijalankan Allah. Maka apa yang didapat oleh seseorang atau yang dihasilkan, akan diambil ulang oleh Allah sebagai kewajiban terhutang. Apalagi kalau kemudian maksiat dan hal-hal yang wajib tiada ia lakukan, pasti bertambah-tambah minusnya.
Bagamana mengejarnya? Tunggu ya jawabannya...
www.wisatahati.com